Dalam
catatan sejarah, kopi berasal dari Ethiopia sekitar tahun 800 SM.
Ethiopia
merupakan negara tertua di dunia yang terletak di Afrika. Ethiopia juga
tercatat sebagai salah satu tempat peradaban yang terawal di dunia.
Penemuan
kopi sendiri terjadi secara tidak sengaja ketika seorang penggembala kambing
bernama Khalid mengamati kawanan kambing gembalaannya
yang
gemar memakan biji kopi yang kala itu masih termasuk tanaman liar. Efeknya, kambingkambing
Khalid menjadi bersemangat dan tidak mau beristirahat atau tidur di malam hari.Khalid
jadi penasaran. Ia pun mencoba memasak biji tanaman kopi dan benar-benar merasakan
efek semangat setelah meminumnya,... Akhirnya, penemuan Khalid menyebar dari mulut
ke mulut bangsa Ethiopia dan terus berkembang ke berbagai negara di Afrika.
Tak
heran jika saat itu banyak orang di benua Afrika, terutama bangsa Ethiopia,
yang suka memasak dan mengonsumsi biji kopi dengan dicampur lemak hewan dan
anggur untuk memenuhi kebutuhan protein dan energi tubuh. Namun, metode
penyajiannya masih menggunakan metode konvensional. Barulah beberapa ratus
tahun kemudian, biji kopi ini dibawa melewati Laut Merah dan tiba di Arab
dengan metode penyajian yang tentu saja lebih maju.
Dengan
modal peradaban yang lebih maju daripada bangsa Afrika, bangsa Arab ternyata
tidak hanya memasak biji kopi saja, tetapi juga merebusnya untuk diambil
sari-sarinya. Pada perkembangannya, umat Muslim di Arab banyak mengonsumsi
minuman kopi ini agar kekuatannya tetap terjaga. Kepopuleran kopi pun turut
meningkat seiring dengan penyebaran agama Islam pada saat itu hingga mencapai
daerah Afrika Utara, Mediterania dan India.
Merujuk
pada Wikipedia, pada masa itu belum ada budidaya tanaman kopi di luar daerah
Arab karena bangsa Arab selalu mengekspor biji kopi yang infertil (tidak subur)
dengan cara memasak dan mengeringkannya terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan
budidaya tanaman kopitidak memungkinkan selain di Arab. Barulah pada tahun
1600-an, seorang peziarah India bernama Baba Budan berhasil membawa biji kopi
fertil yang subur keluar dari Kota Suci Mekah
dan
berhasil membudidayakannya di berbagai daerah di luar Arab.
Biji
kopi berhasil dibawa masuk pertama kali ke Eropa pada tahun 1615 oleh seorang
saudagar Venesia yang memperoleh pasokan dari orang Turki, namun jumlahnya
tidak mencukupi kebutuhan pasar. Karena itu, bangsa Eropa mulai
membudidayakannya.
Negara
Eropa yang pertama kali yang berhasil membudidayakan kopi adalah Belanda pada
tahun 1616. Kemudian, pada tahun 1690, biji kopi dibawa masuk ke Pulau Jawa
oleh bangsa kolonial Belanda untuk dikultivasi secara total (pengolahan lahan
pertanian dengan membongkar lahan secara menyeluruh).
Belanda
mampu membudidayakan sekaligus menyebarluaskan kopi dari perkebunan di Indonesia,
terutama dari tanah Jawa, Sumatera dan Sulawesi.Tanaman eksotis ini menyebar ke
negara-negara jajahan Eropa serta ditanam di rumah-rumah kaca maupun perkebunan
di seantero Austria dan Belanda. Bangsa Belanda berhasil memperdagangkan kopi
ke seluruh pecinta kopi di Eropa secara lebih efisien dibanding para pedagang
Arab melalui cara
menanam,
memanen dan memperdagangkannya ke seluruh pecinta kopi di dataran Eropa.