Kamis, 22 Maret 2012

Awas Kopi Luwak Palsu




Awas Kopi Luwak Palsu

Harga kopi luwak dapat mencapai jutaan Rupiah. Jangan terkecoh dengan sebutan kopi  luwak. Pasalnya, terdapat beberapa perusahaan yang mengaku produknya sebagai kopi luwak. Sementara itu, kopi tersebut tidak semua berupa hasil feses (kotoran) hewan luwak.

Berbagai penipuan mengenai kopi luwak banyak beredar, modusnya dengan menggunakan biji kopi biasa yang masih berkulit tanduk, lalu menambah bahan yang agak berbau, zat perekat dan kotoran. Setelah itu, campurkan tersebut dimasukkan dalam slang berdiameter 2- 4 cm, lalu dikeluarkan kembali. Tehnik tersebut dilakukan untuk memberi kesan bahwa kopi tersebut merupakan hasil kotoran luwak. Banyak orang terkecoh akan kopi luwak palsu ini . karena itu, sebagai konsumen harus selalu waspada. Berikut ciri ciri fisik biji kopi luwak yang asli

1.   Perhatikan bahwa kopi yang masih berkulit tanduk berwarna kuning kecokelatan dan relatif homogen
2.   Setelah kulit tanduk dan kulit ari dikupasm biasanya terlihat biji hijau agak mengilap.Biji hijau tersebut (biji beras) kelihatan lebih padat, untuk jenis robusta akan menyerupai warna biji arabika, kecuali bagian center cut dan perutnya.
3.    Biji kopi luwak relatif lebih berat daripada jenis biji kopi biasa
4.    Jika biji kopi dimasukan ke dala air, semua biji akan tenggelam.

Rabu, 21 Maret 2012

Kopi Luwak Halal



Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Majelis Ulama Indonesia (MUI) adalah wadah yang menghimpun para ulama, zu’ama dan cendekiawan muslim Indonesia untuk menyatukan gerak dan langkah-langkah umat Islam Indonesia dalam mewujudkan cita-cita bersama. MUI berdiri pada tanggal, 7 Rajab 1395 H,
bertepatan dengan tanggal 26 Juli 1975 di Jakarta, sebagai hasil dari pertemuan atau musyawarah ulama, cendekiawan dan zu’ama yang datang dari berbagai penjuru tanah air.
MUI memiliki Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI) yang berwenang mengeluarkan sertifikasi halal.
Sertifikasi halal dari LPPOM-MUI diakui sebagai standar sertifikasi halal Indonesia bahkan Internasional.

Terkait kopi luwak, setelah melalui kontroversi dan serangkaian kajian yang serius, MUI akhirnya mengeluarkan fatwa Nomor 4, 20 Juli 2010, yang menyatakan bahwa kopi luwak halal untuk dikonsumsi oleh umat Islam asal dicuci bersih terlebih dahulu. Menurut KH Ma’ruf Amin, Ketua MUI bidang Komisi Fatwa, pada dasarnya kopi luwak itu mutanajis atau terkena najis,
tetapi menjadi halal apabila dibersihkan. Selain menghalalkan kopi luwak untuk dikonsumsi, MUI juga membolehkan masyarakat memproduksi dan memperjualbelikan kopi luwak.


Kantor Pusat
Sekretariat MUI, Jl. Proklamasi No.51 Menteng Jakarta Pusat
Phone : (021) 31902666
Fax : (021) 31905266
Website : http://www.mui.or.id

Mengapa Kopi Luwak Enak ?


Mengapa Kopi Luwak Enak ?


Proses terbentuknya feses luwak berupa “gumpalan” biji kopi dimulai saat buah kopi yang sudah matang (ripecherries) berwarna merah dimakan oleh binatang luwak. Didalam perutnya buah kopi diuraikan oleh enzim proteolitik. Penelitian yang dilakukan oleh seorang peneliti makanan, Massimo Ontario, Kanada menunjukkan bahwa sekresi enzime endogen pencernaan hewan sejenis musang  itu meresap dalam kopi. Sekreasi enzim proteolitik memecah kandungan protein yang tedapat pada bij kopi. Hasilnya peptida dan asam amino bebas menjadi berkurang . Hipotesis sementara mengatakan perubahan jumlah protein dan asam amino bebas tersebut menghasilkan rasa yang unik sementar itu proses pengilahan kopi berupa penyangraian menghasilkan reaksi mailard browning (reaksi pencokelatan) dari kandungan protein, asam amino, trigonelin, serotonin dengan karbohidrat, asam asam hidrosilat , fenol dan lain sebagainya yang ada didalam biji kopi.
Apapun  reakais yang terjadi selama pencernaan biji kopi diperut luwak , penilaian akhir dilakukan pada tahap orgnoleptik ( cupping test) dengan menyeruput seduhan kopi. Penilaian organoleptik terdir dari beberapa tahap , sebagai berikut :

·      Fragrance
Penilaian fragrance dilakukan saat kopi selesai digiling menjadi bubuk. Bau manis dapat mewakili cita rasa asam (acidity). Sementara itu, bau yang menyengat ( pungent) dapat mewakili cita ras yang tajam (sharp)

·      Aroma
Penilain aroma dilakukan pada bubuk kpi yang baru digiling menggunakan indera penciuman, caranya masukan bubuk kopi ke dalam mug atau cup , lalu seduh dengan air panas, Aduk seduhan kopi menggunak sendok secara perlaha lhan sambil menghirup aromanya. Aroma atau bau harum yang dihasilkan diatarnya kacang- kacangan (nut like), buah buahan (fruity) atau kadang aroma coklat . Aroma kopi luwak tidak menyengat atau harum yang searah dan tidak ada bau asing yang tercium.

·      Taste
Setelah penilaian aroma , dilanjutkan penilaian taste (citarasa) dengan cara menyeruput seduhan kopi, menyeruput artinya meminum seduhan kopi dari sendok khusus dengan tehnik menyedot yang menimbulkan bunyi, Tahan seduhan kopi didalam rongga mulut selama 3 -5 detik, lalu rasakan “Sensaninya” tujuan menyeruput adalah memenuhi seduhan kopi diseluruh lidah sehingga lidah mampu mengenali rasa dasar seduhan seperti pahit, manis dan asam

Khasiat Kopi Luwak

Secangkir Tradisi dlm Kopi Luwak


Khasiat kopi luwak yang dapat memberikan manfaat besar bagi kehidupan manusia dunia antara lain :
1. Dapat mencegah timbulnya penyakit syaraf
kandungan kopi luwak memiliki kadar antioksidan yang tinggi serta dinilai mampu untuk menghambat kerusakan sel, terutama pada otak manusia. Unsur kafein di dalam kopi luwak juga dapat menghambat peradangan didalam otak manusia.
2. Melindungi tingkat kerusakan gigi
Selain mampu menghambat peradangan pada otak manusia, unsur kafein juga mampu menjadi anti bakteri pada gigi, sehingga dapat menjadi pelindung pada kerusakan gigi secara menyeluruh.
3. Bagi wanita dapat mencegah kaner payudara lebih lanjut
Masa menupause pada wanita juga menjadi masa rawan dimana banyak kasus kanker payudara terjadi pada saat itu. Kopi luwak dinilai mampu melepaskan enzim flavonoid serta phytoestrogen yang dapat menahan pertumbuhan tumor ke stadium lanjut.
4. Ada beberapa orang juga menyebutkan kalau meminum Kopi Luwak dengan rutin akan menyembuhkan Lemah Syawat.
Dengan meminum kopi luwak secara teratur setiap harinya, mampu memberikan khasiat kopi luwak yang lebih maksimal bagi para penikmat serta pecinta kopi. Meminum kopi luwak 2-3 cangkir setiap harinya dapat mejadi terapi alami yang meningkatkan metabolisme tubuh manusia secara maksimal. Dampak lain yang lebih maksimal yaitu pada saat ketahanan tubuh manusia selalu mencapai tingkatan tertinggi tanpa adanya efek samping yang berkelanjutan.

Senin, 19 Maret 2012

Indonesia Negara Asal Kopi Luwak


Indonesa negara asal Kopi Luwak




Indonesia adalah negara pertama yang dikenal sebagai negara asal kopi Luwak. Pasalnya Indonesia merupaka negara penghasil kopi Luwak yang sudah dikenal didunia. Akhir akhir ini beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Filipina memcoba mengikuti jejak Indonesia dengan menghasilkan kopi luwak menggunakan sebutan lain. Keberadaan subspesies bintang luwak memang hidup dinegara tersebtu
Sebagai nega yang pertama mempopulerkan kopi Luwak , pemerintah indonesia seharusnya berperak aktif untuk memasukan indonesia dalan daftar UNESCO – Intangible Cultural Heritage (ICH) sebgai negara asal kopi Luwak

Sejarah Kopi Luwak


Sejarah Kopi Luwak
Pada Zaman Penjajahan oleh Belanda , Pembukaan lahan ditanam kopi terjadi dihampir seluruh wilayah di indonesia.Ironisnya buruh pertani tidak boleh mengambil hasil panen kpi . Buruh petani adalah buruh yang diupah oleh majikannya dan dilarang mengambil biji kopi hasil panen. Sekitar abda ke 19 di Jawa Tenganm buruh petani tadi menemukan feses atau kotoran binatang luwak disekita perkebunan kopi, Fesesnya berupa biji kopi yang masih berkulit Tanduk (perkapen kopi atau pergamino kopi atau kopi putih) denga konsudi sudah kering.
Kumpulan Feses tersebut kemudian dibawa pulang dan diolah untuk diseduh layaknya meminum kopi. Layaknya sebuah pepatah, tidak ada rotan akar pun jadi .Berdasarkan deskripsi diatas definisi kopi luwak merupakan kopi yang bahan bakunya berasal dari kotoran (feses) binatang Luwak.
Feses Luwak yang sudah kering diolah lebih lanjut ileh beberapa buruh pertani. Proses pengolahannya masih sederhana, feses dicuci hingga bersih, lalu dijemur hingga kering, setelah biji kopi menjadi kering, mereka mengupas kulit tanduknya satu persatu secara tradisional menggunakan tangan, lalu menyangrai (menggoreng) biji kopi dengan alat penggorengan, Penghancuran biji kopi hasil sangrai dilakukan dengan menggunakan alat penumbuk padi atau sayur.Alat tumbuk tersebut ada yangterbuat daru batu dan kayu, hingga hasil Tumbukan berupa bubuk kopi . mereka meyeduh bubuk kopi denga air panas dan meminumnya terkejutlah mereka denga rasa dan aroma kopi yang terasa “asing. Rasa dan Aroma “asing” ini maksudnya lebih enak dan nikmat sesudah meminumnya dibandingkan dengan kopi biasa .
Sejak saat itu beberapa buruh petani secara sembunyi sembunyi menikmati kopi luwak itu dan saling memberitahu tentang kopi dari feses luwak yang nikmat. Lambat laun keberadaan kopi yang tidak Lazim itu didengar olej kepala perkebunan dan pengusaha perkebunan, lalu mereka meminta para buruh perkebunan kopi itu untuk mengumpulkan biji kopi dari feses luwak dengan iming iming diberi upah.
Kata Luwak berasal dari bahasa suku Jawa hingga saat ini keistimewaam kopi luwak yang sangat telah diketahui oleh sebagian besar masyarakat bahkan hingga manca negara.

Masuknya Kopi di Indonesia


Masuknya Tanaman Kopi di Indonesianya 
Tanaman kopi bukan merupkan tanaman asli dari Indonesia berdasarkan sumber oustaka yang ada m tanaman kopi yang berasal dari negara Ethopia. Penyerbaran kopi di Indonesia dimulai pada tahun 1700-am . awalnya kopi dibawa ke indonesia oleh sebuah perusahaan patungan india dan belanda yang ada di Srilangka. Percobaa penanaman kopi dilakukan oleh seseorang yang berkebangsaan Belanda  di berbagai lokasi di Indonesia seperti Pulua Jawa, Sumatera , Sulawesi dan Timor. Tanaman kopi dapat tumbuh baik dan demikian pula dengan hasilnya. Kemudian Tanaman kopi ini menjadi Salah satu jenis tanamana yang wajib ditanam oleh seluruh petani ( Tanam Paksa) di berbagai wilayah dipulau Jawa, seperti Bogor, sukabumi, Banten dan Priangan Timur. Setelah itu menyebar ke daerah lain seperti Timor Timur , Pulau Sumatera, Pulau Sulawesi dan Bali.

Mengenal Jenis Kopi


Secara umum, terdapat dua jenis biji kopi, yaitu Arabika (kualitas terbaik) dan Robusta
Arabika dan Robusta adalah dua spesies kopi yang berbeda. Perbedaan umum terletak pada rasa, kondisi di mana dua spesies itu tumbuh, dan perbedaan ekonomis.
Soal rasa, Arabika memiliki variasi rasa yang lebih beragam, dari rasa manis dan lembut hingga rasa kuat dan tajam. Sebelum disangrai, aromanya seperti blueberry. Setelah disangrai, biji kopi Arabica beraroma buah-buahan dan manis. Sedangkan Robusta memiliki variasi rasa netral sampai tajam dan sering dianggap memiliki rasa seperti gandum. Biji kopi Robusta sebelum disangrai beraroma kacang-kacangan. Sayangnya jarang terdapat Robusta berkualitas tinggi di pasaran. Selain perbedaan  harga biji kopi Arabica yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga biji kopi Robusta, mari kita telusuri kedua jenis kopi ini:
1. Kopi Arabika
Kopi yang berasal dari Brasil dan Etiopia ini menguasai 70 persen pasar kopi dunia. Kopi Arabika memiliki banyak varietas, tergantung negara, iklim, dan tanah tempat kopi ditanam. Anda bisa menemukan kopi toraja, mandailing, kolumbia, brasilia, dan lain sebagainya. Antara kopi Arabika yang satu dan yang lain punya perbedaan rasa.

Berikut ciri-ciri kopi Arabika:
  • Aromanya wangi sedap mirip percampuran bunga dan buah. Hidup di daerah yang sejuk dan dingin.
  • Memiliki rasa asam yang tidak dimiliki oleh kopi jenis Robusta.
  • Memiliki bodi atau rasa kental saat disesap di mulut.
  • Rasa kopi Arabika lebih mild atau halus.
  • Kopi Arabika juga terkenal pahit.
Ciri-ciri Pohon Arabica:
  • Lebih susah dipelihara.
  • Cenderung tumbuh di daratan tinggi (1000m – 2000m).
  • Jumlah biji kopi yang dihasilkan lebih rendah.
  • Butuh waktu 9 bulan untuk proses bunga -> buah.
  • Berbuah di suhu yang lebih dingin
2. Kopi Robusta
Menguasai 30 persen pasar dunia. Kopi ini tersebar di luar Kolumbia, seperti di Indonesia dan Filipina. Sama seperti Arabika, kondisi tanah, iklim, dan proses pengemasan kopi ini akan berbeda untuk setiap negara dan menghasilkan rasa yang sedikit banyak juga berbeda.
Ciri-ciri kopi Robusta:
  • Memiliki rasa yang lebih seperti cokelat.
  • Bau yang dihasilkan khas dan manis.
  • Warnanya bervariasi sesuai dengan cara pengolahan.
  • Memiliki tekstur yang lebih kasar dari Arabika.
Ciri – ciri Pohon Robusta:
  • Lebih rentan diserang serangga.
  • Tumbuh di daratan rendah (700m).
  • Jumlah biji kopi yang dihasilkan lebih tinggi.
  • Butuh waktu 10-11 bulan untuk proses bunga -> buah.
  • Berbuah di suhu udara yang lebih hangat
 Sumber :  winscoffe.com

Minggu, 18 Maret 2012

Sejarah Tentang Kopi


Dalam catatan sejarah, kopi berasal dari Ethiopia sekitar tahun 800 SM. 
Ethiopia merupakan negara tertua di dunia yang terletak di Afrika. Ethiopia juga tercatat sebagai salah satu tempat peradaban yang terawal di dunia. 


Penemuan kopi sendiri terjadi secara tidak sengaja ketika seorang penggembala kambing bernama Khalid mengamati kawanan kambing gembalaannya
yang gemar memakan biji kopi yang kala itu masih termasuk tanaman liar. Efeknya, kambingkambing Khalid menjadi bersemangat dan tidak mau beristirahat atau tidur di malam hari.Khalid jadi penasaran. Ia pun mencoba memasak biji tanaman kopi dan benar-benar merasakan efek semangat setelah meminumnya,... Akhirnya, penemuan Khalid menyebar dari mulut ke mulut bangsa Ethiopia dan terus berkembang ke berbagai negara di Afrika.

Tak heran jika saat itu banyak orang di benua Afrika, terutama bangsa Ethiopia, yang suka memasak dan mengonsumsi biji kopi dengan dicampur lemak hewan dan anggur untuk memenuhi kebutuhan protein dan energi tubuh. Namun, metode penyajiannya masih menggunakan metode konvensional. Barulah beberapa ratus tahun kemudian, biji kopi ini dibawa melewati Laut Merah dan tiba di Arab dengan metode penyajian yang tentu saja lebih maju.
Dengan modal peradaban yang lebih maju daripada bangsa Afrika, bangsa Arab ternyata tidak hanya memasak biji kopi saja, tetapi juga merebusnya untuk diambil sari-sarinya. Pada perkembangannya, umat Muslim di Arab banyak mengonsumsi minuman kopi ini agar kekuatannya tetap terjaga. Kepopuleran kopi pun turut meningkat seiring dengan penyebaran agama Islam pada saat itu hingga mencapai daerah Afrika Utara, Mediterania dan India.
Merujuk pada Wikipedia, pada masa itu belum ada budidaya tanaman kopi di luar daerah Arab karena bangsa Arab selalu mengekspor biji kopi yang infertil (tidak subur) dengan cara memasak dan mengeringkannya terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan budidaya tanaman kopitidak memungkinkan selain di Arab. Barulah pada tahun 1600-an, seorang peziarah India bernama Baba Budan berhasil membawa biji kopi fertil yang subur keluar dari Kota Suci Mekah
dan berhasil membudidayakannya di berbagai daerah di luar Arab.
Biji kopi berhasil dibawa masuk pertama kali ke Eropa pada tahun 1615 oleh seorang saudagar Venesia yang memperoleh pasokan dari orang Turki, namun jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan pasar. Karena itu, bangsa Eropa mulai membudidayakannya. 

Negara Eropa yang pertama kali yang berhasil membudidayakan kopi adalah Belanda pada tahun 1616. Kemudian, pada tahun 1690, biji kopi dibawa masuk ke Pulau Jawa oleh bangsa kolonial Belanda untuk dikultivasi secara total (pengolahan lahan pertanian dengan membongkar lahan secara menyeluruh).
Belanda mampu membudidayakan sekaligus menyebarluaskan kopi dari perkebunan di Indonesia, terutama dari tanah Jawa, Sumatera dan Sulawesi.Tanaman eksotis ini menyebar ke negara-negara jajahan Eropa serta ditanam di rumah-rumah kaca maupun perkebunan di seantero Austria dan Belanda. Bangsa Belanda berhasil memperdagangkan kopi ke seluruh pecinta kopi di Eropa secara lebih efisien dibanding para pedagang Arab melalui cara
menanam, memanen dan memperdagangkannya ke seluruh pecinta kopi di dataran Eropa.