Mengapa
Kopi Luwak Enak ?
Proses
terbentuknya feses luwak berupa “gumpalan” biji kopi dimulai saat buah kopi
yang sudah matang (ripecherries) berwarna merah dimakan oleh binatang luwak. Didalam
perutnya buah kopi diuraikan oleh enzim proteolitik. Penelitian yang dilakukan
oleh seorang peneliti makanan, Massimo Ontario, Kanada menunjukkan bahwa
sekresi enzime endogen pencernaan hewan sejenis musang itu meresap dalam kopi. Sekreasi enzim
proteolitik memecah kandungan protein yang tedapat pada bij kopi. Hasilnya
peptida dan asam amino bebas menjadi berkurang . Hipotesis sementara mengatakan
perubahan jumlah protein dan asam amino bebas tersebut menghasilkan rasa yang
unik sementar itu proses pengilahan kopi berupa penyangraian menghasilkan
reaksi mailard browning (reaksi pencokelatan) dari kandungan protein, asam
amino, trigonelin, serotonin dengan karbohidrat, asam asam hidrosilat , fenol dan
lain sebagainya yang ada didalam biji kopi.
Apapun
reakais yang terjadi selama pencernaan
biji kopi diperut luwak , penilaian akhir dilakukan pada tahap orgnoleptik (
cupping test) dengan menyeruput seduhan kopi. Penilaian organoleptik terdir
dari beberapa tahap , sebagai berikut :
·
Fragrance
Penilaian
fragrance dilakukan saat kopi selesai digiling menjadi bubuk. Bau manis dapat
mewakili cita rasa asam (acidity). Sementara itu, bau yang menyengat ( pungent)
dapat mewakili cita ras yang tajam (sharp)
·
Aroma
Penilain
aroma dilakukan pada bubuk kpi yang baru digiling menggunakan indera penciuman,
caranya masukan bubuk kopi ke dalam mug atau cup , lalu seduh dengan air panas,
Aduk seduhan kopi menggunak sendok secara perlaha lhan sambil menghirup
aromanya. Aroma atau bau harum yang dihasilkan diatarnya kacang- kacangan (nut
like), buah buahan (fruity) atau kadang aroma coklat . Aroma kopi luwak tidak
menyengat atau harum yang searah dan tidak ada bau asing yang tercium.
·
Taste
Setelah
penilaian aroma , dilanjutkan penilaian taste (citarasa) dengan cara menyeruput
seduhan kopi, menyeruput artinya meminum seduhan kopi dari sendok khusus dengan
tehnik menyedot yang menimbulkan bunyi, Tahan seduhan kopi didalam rongga mulut
selama 3 -5 detik, lalu rasakan “Sensaninya” tujuan menyeruput adalah memenuhi
seduhan kopi diseluruh lidah sehingga lidah mampu mengenali rasa dasar seduhan
seperti pahit, manis dan asam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar